oldandstandrews.com,26-03-2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Armed Forces atau RCAF) merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional Kamboja. Negara ini memiliki angkatan bersenjata yang cukup besar dengan struktur yang mencakup beberapa cabang, di antaranya Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polisi Militer. Kekuatan militer ini tidak hanya berfokus pada pertahanan nasional tetapi juga menjalin hubungan militer dengan negara-negara mitra.
Berikut adalah gambaran detail mengenai kekuatan militer Kamboja, yang meliputi struktur angkatan bersenjata, peralatan yang dimiliki, serta anggaran dan kerjasama internasional.
Struktur Angkatan Bersenjata Kamboja

Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja terdiri dari empat cabang utama, yaitu:
- Angkatan Darat (Royal Cambodian Army/RCA):
- Personel: Angkatan Darat Kamboja memiliki sekitar 85.000 personel yang tersebar di berbagai provinsi. Angkatan Darat ini memiliki tanggung jawab utama dalam menjaga stabilitas negara dan menghadapi ancaman dari luar dan dalam negeri.
- Unit-unit Taktis: Angkatan Darat terdiri dari 11 divisi infanteri, yang didukung oleh unit artileri dan kendaraan lapis baja. Divisi ini disebar di seluruh wilayah Kamboja untuk menjaga perbatasan dan menanggulangi ancaman.
- Peralatan: Beberapa peralatan penting yang dimiliki Angkatan Darat Kamboja antara lain:
- Tank: Sekitar 539 unit tank, yang sebagian besar terdiri dari model-model lama, termasuk tank T-55 dan PT-76.
- Kendaraan Lapis Baja: Kamboja memiliki sekitar 449 kendaraan lapis baja, termasuk kendaraan pengangkut personel berlapis baja (APC).
- Artileri: Angkatan Darat mengoperasikan sekitar 200 unit artileri, termasuk senjata artileri jarak jauh dan mortir.
- Proyektor Roket: Ada sekitar 97 unit proyektor roket yang digunakan untuk memberikan dukungan tembakan jarak jauh.
- Pelatihan dan Pembinaan: Selain peralatan dan personel, Kamboja berfokus pada pengembangan keterampilan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam menghadapi kemungkinan ancaman dari negara tetangga atau kelompok militan.
- Angkatan Laut (Royal Cambodian Navy/RCN):
- Personel: Angkatan Laut Kamboja memiliki sekitar 2.800 personel yang tersebar di beberapa pangkalan utama yang terletak di sepanjang Teluk Thailand dan perairan Sungai Mekong dan Tonlé Sap.
- Armada: Meskipun tidak sebesar angkatan laut negara-negara besar, RCN memiliki sejumlah kapal patroli dan kapal tempur yang siap menjaga perairan negara. Armada mereka terdiri dari 20 kapal patroli yang digunakan untuk pengawasan perairan dan melindungi jalur perdagangan laut negara.
- Kekuatan Laut: Angkatan Laut Kamboja juga memiliki pasukan marinir yang siap untuk dikerahkan dalam misi pendaratan atau operasi amfibi.
- Angkatan Udara (Royal Cambodian Air Force/RCAF):
- Personel: Angkatan Udara Kamboja, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan dua cabang utama lainnya, memiliki sekitar 5.000 personel yang bertugas di berbagai pangkalan udara di seluruh negara.
- Pesawat dan Helikopter: Angkatan Udara Kamboja mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter, termasuk:
- Pesawat Angkut: Sejumlah pesawat angkut digunakan untuk mendukung mobilisasi personel dan peralatan.
- Helikopter: Angkatan Udara Kamboja mengoperasikan sekitar 19 unit helikopter, termasuk helikopter jenis Mi-8, AS355, dan Harbin Z-9, yang digunakan untuk berbagai operasi, termasuk penyelamatan dan pemantauan udara.
- Pesawat Tempur dan Pelatihan: Mereka juga mengoperasikan pesawat latih Aero L-39 dan pesawat transportasi BN-2 Islander. Meskipun kapasitas pesawat tempur terbatas, RCAF berfokus pada pemeliharaan kesiapan dan pelatihan personel untuk menghadapi ancaman udara.
- Polisi Militer:
- Personel: Polisi Militer Kamboja memiliki sekitar 30.000 personel yang bertugas menjaga ketertiban domestik dan menegakkan hukum di dalam negeri. Polisi Militer Kamboja memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas internal negara dan menangani gangguan keamanan yang terjadi di dalam negeri.
Anggaran Pertahanan

Anggaran pertahanan Kamboja pada tahun 2023 diperkirakan mencapai sekitar 770 juta dolar AS, yang setara dengan sekitar 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Anggaran ini digunakan untuk pembelian peralatan militer, pemeliharaan sistem pertahanan, serta pelatihan personel. Meskipun angka anggaran ini tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara besar, Kamboja mengutamakan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran militer mereka.
Kerja Sama Internasional

Kamboja memiliki hubungan yang erat dengan beberapa negara, termasuk China, dalam hal kerjasama militer dan keamanan. Beberapa poin penting mengenai kerjasama internasional Kamboja adalah:
- Bantuan Militer dari China: Kamboja telah menerima berbagai bentuk bantuan militer dari China dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu contoh adalah pembangunan pangkalan militer di Kamboja, yang telah menimbulkan perhatian internasional terkait pengaruh China di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, China juga memberikan sejumlah kapal perang, termasuk dua kapal korvet tipe 056C kelas Jiangdao yang disumbangkan secara cuma-cuma kepada Kamboja.
- Latihan Militer Bersama: Selain bantuan peralatan, Kamboja juga terlibat dalam latihan militer bersama dengan negara-negara sahabat, termasuk China dan Rusia. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional dan koordinasi antar pasukan dari berbagai negara.
- Kerja Sama dengan Rusia: Pada tahun 2024, Kamboja menandatangani perjanjian militer dengan Rusia yang bertujuan untuk memperkuat hubungan militer antara kedua negara. Rusia berperan penting dalam penyediaan peralatan militer dan pelatihan personel bagi Angkatan Bersenjata Kamboja.
Peringkat Kekuatan Militer

Dalam Global Firepower Index 2024, Kamboja menempati urutan ke-111 dari 145 negara yang diukur kekuatan militernya. Angka ini mencerminkan posisi Kamboja di kawasan Asia Tenggara yang memiliki angkatan bersenjata yang lebih besar dan lebih maju, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Meskipun berada di posisi yang lebih rendah, Kamboja terus berusaha untuk memperkuat kapasitas militernya, terutama dalam menghadapi potensi ancaman dari negara tetangga dan kelompok militan di kawasan.
Kesimpulan
Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja terus berkembang untuk menjaga kedaulatan negara dan menghadapi berbagai tantangan keamanan baik dari dalam maupun luar negeri. Meskipun memiliki anggaran yang terbatas dan peralatan yang tidak sebanding dengan negara-negara besar, Kamboja memanfaatkan kerja sama internasional untuk memperkuat kekuatan militernya. Negara ini terus meningkatkan kemampuan operasional pasukan militer mereka melalui pelatihan, peralatan baru, dan kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat seperti China dan Rusia.
BACA JUGA: 7 Sejarah Kelam Negara Kamboja: Dari Genosida hingga Pemulihan
BACA JUGA: Kehidupan di Kamboja: 5 Fakta-fakta Menarik yang Perlu Diketahui