
OLDANDSTANDREWS.COM – Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Honda RC213V setelah tidak mendapatkan peningkatan signifikan pada tes pasca-musim MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, pada 19 November 2024. Kelemahan fatal motor Honda itu disebut Mir telah mengikis salah satu kelebihannya yang menjadi kunci suksesnya di masa lalu.
BACA JUGA : PSBS BIAK WASPADAI TRIO TIMNAS INDONESIA
Sebagai salah satu pembalap dengan gaya balap yang mengutamakan stabilitas di tikungan dan kontrol penuh terhadap motor, Mir merasa bahwa karakteristik RC213V saat ini justru menghambat kemampuannya. Hal ini membuat sang pembalap frustrasi, terutama setelah melalui musim yang penuh tantangan bersama Honda.
Honda RC213V: Masalah yang Berulang
Joan Mir bergabung dengan Repsol Honda pada awal musim 2023 dengan harapan dapat menghidupkan kembali kejayaan tim pabrikan Jepang itu. Namun, kenyataan di lintasan jauh dari ekspektasi. RC213V yang dikenal sulit dikendarai terus menjadi sorotan, bahkan oleh rekan setim Mir, Marc Marquez, yang akhirnya hengkang ke Gresini Ducati pada akhir musim 2024.
Masalah utama yang dihadapi RC213V adalah kurangnya stabilitas di tikungan serta akselerasi yang tidak kompetitif dibandingkan rival seperti Ducati dan KTM. Bagi Mir, kelemahan ini merusak kelebihannya dalam menjaga kecepatan di tengah tikungan, sebuah aspek yang menjadi andalannya ketika meraih gelar juara dunia bersama Suzuki pada 2020.
“Kami membutuhkan perubahan besar, tetapi yang terjadi adalah stagnasi. Motor ini tidak memberikan rasa percaya diri yang cukup untuk memaksimalkan kemampuan saya,” ujar Mir setelah tes di Catalunya.
Tes Pasca-Musim yang Mengecewakan
Tes pasca-musim di Sirkuit Catalunya seharusnya menjadi momen bagi Honda untuk memberikan pembaruan signifikan pada RC213V. Namun, hasil tes justru membuat Mir semakin marah. Menurutnya, tidak ada peningkatan berarti dari motor yang telah menjadi masalah besar sepanjang musim 2024.
“Kami mencoba berbagai pengaturan, tetapi pada dasarnya masalah utama masih ada. Saya merasa sulit untuk menunjukkan kemampuan saya karena motor ini membatasi potensi saya di lintasan,” tambah Mir.
Dampak pada Karier Joan Mir
Kegagalan Honda memberikan motor kompetitif tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga masa depan Joan Mir sebagai pembalap papan atas. Setelah meraih gelar juara dunia pada 2020, karier Mir terbilang stagnan, terutama setelah pindah dari Suzuki ke Honda.
Namun, Mir tetap menunjukkan semangat juang. Ia berharap Honda segera menemukan solusi untuk mengembalikan daya saing RC213V, meskipun tantangan di musim 2025 diprediksi akan semakin berat.
“Sebagai pembalap, saya selalu ingin bersaing di level tertinggi. Tetapi untuk itu, kami membutuhkan motor yang kompetitif,” tegas Mir.
Tekanan pada Honda
Kritik dari Joan Mir menambah tekanan besar yang sudah dihadapi Honda. Sebagai salah satu tim tersukses dalam sejarah MotoGP, reputasi Honda terus menurun dalam beberapa musim terakhir. Ketergantungan yang terlalu besar pada Marc Marquez di masa lalu menjadi salah satu faktor utama yang membuat Honda kesulitan beradaptasi dengan perubahan regulasi dan perkembangan teknologi.
Dengan keluarnya Marquez, Honda kini harus membuktikan bahwa mereka bisa bangkit tanpa pembalap ikoniknya. Namun, dengan situasi seperti sekarang, tantangan ini tampak semakin berat.
Apa Selanjutnya untuk Honda dan Mir?
Honda harus segera menemukan solusi untuk masalah RC213V jika tidak ingin semakin tertinggal dari rival mereka. Joan Mir sendiri berharap ada pembaruan besar sebelum musim 2025 dimulai. Namun, jika situasi tidak berubah, masa depannya bersama Honda bisa menjadi tanda tanya besar.
“Saya masih percaya pada tim ini, tetapi waktu terus berjalan. Kami tidak bisa terus-menerus menunggu,” tutup Mir.
Kesimpulan
Kekecewaan Joan Mir terhadap performa Honda RC213V menjadi cerminan dari krisis yang tengah dihadapi tim pabrikan Jepang itu. Jika tidak ada langkah nyata untuk memperbaiki motor, Honda berisiko kehilangan daya saing di MotoGP, sementara karier Joan Mir juga bisa terancam. Akankah Honda mampu bangkit dan mengembalikan kepercayaan pembalapnya? Kita tunggu aksi mereka di musim 2025.