oldandstandrews.com,12 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Moskow, 2024–2025 – Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan rencana ambisius untuk membangun kembali dan memodernisasi Angkatan Laut Rusia dengan total investasi yang diperkirakan mencapai 8,4 triliun rubel atau sekitar Rp2.258 triliun selama satu dekade ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional Rusia yang difokuskan untuk menjawab tantangan geopolitik modern dan memperkuat posisi militer negara di panggung global.
Latar Belakang: Ketegangan Geopolitik dan Dominasi Laut

Rusia tengah menghadapi berbagai tekanan internasional, terutama terkait konflik berkepanjangan di Ukraina dan ekspansi NATO di kawasan Eropa Timur. Dalam konteks inilah, Putin menegaskan bahwa kekuatan laut yang tangguh dan canggih adalah kunci utama dalam mempertahankan kepentingan nasional Rusia.
Putin menyampaikan bahwa strategi baru ini tidak hanya bertujuan mempertahankan kedaulatan Rusia di laut, tetapi juga untuk menjamin kehadiran militer Rusia di perairan internasional dan kawasan strategis seperti Kutub Utara, Laut Hitam, dan Pasifik.
Investasi Besar: 13,5 Triliun Rubel untuk Pertahanan 2025
Pada tahun 2025, Rusia mencatatkan anggaran pertahanan terbesar dalam sejarah modernnya — 13,5 triliun rubel (sekitar Rp2.258 triliun), yang setara dengan 32,5% dari total anggaran negara.

“Angkatan Bersenjata kita harus selalu siap menghadapi segala skenario, baik di darat maupun di laut,” ujar Putin saat pertemuan militer di St. Petersburg, akhir 2024.
Dari jumlah itu, sebagian besar akan dialokasikan untuk:
- Pembangunan kapal perang dan kapal selam baru.
- Pengembangan teknologi militer canggih seperti sistem robotik dan drone laut.
- Modernisasi infrastruktur pelabuhan dan pangkalan angkatan laut.
- Penambahan jumlah personel militer menjadi 1,5 juta orang.
Program Modernisasi: 49 Kapal dalam 5 Tahun, 40 Kapal Baru di 2024

Sejak 2019, Angkatan Laut Rusia telah menerima 49 kapal perang baru, termasuk kapal selam bertenaga nuklir dan kapal perang yang dilengkapi rudal hipersonik Zirkon.
Di tahun 2024 saja:
- Lebih dari 40 kapal ditambahkan ke jajaran Armada Rusia.
- Termasuk kapal selam diesel-listrik “Kronstadt” dan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir proyek Yasen-M Arkhangelsk.
- Armada Pasifik menerima 12 kapal perang baru, menjadikannya salah satu armada paling aktif dan berkembang cepat di Rusia.
Rencana Kapal Induk Baru dan Teknologi Drone Bawah Laut

Rusia juga telah mengumumkan rencana pembangunan kapal induk generasi baru yang akan mendukung operasi ekspedisi di luar negeri dan memperkuat pengaruh global Rusia. Panglima Angkatan Laut, Laksamana Nikolai Yevmenov, menyatakan bahwa kapal induk ini akan memperluas kemampuan tempur dan mobilitas laut Rusia.
Selain itu:
- Rusia tengah mengembangkan kendaraan bawah air tak berawak (AUV) untuk misi pengintaian dan pertahanan bawah laut.
- Uji coba drone laut bertenaga nuklir seperti “Poseidon” masih berlanjut dan diperkirakan akan mulai dioperasikan secara terbatas dalam beberapa tahun ke depan.
Senjata Strategis Baru: Rudal Hipersonik dan Torpedo Nuklir

Putin juga menegaskan bahwa modernisasi angkatan laut akan dilengkapi dengan senjata strategis baru, antara lain:
- Rudal hipersonik Zirkon, yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan musuh dengan kecepatan Mach 9.
- Torpedo nuklir Poseidon, drone bawah laut nuklir yang memiliki daya hancur dan jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Senjata-senjata ini dirancang untuk menghadapi dominasi laut dari negara-negara NATO dan AS.
Tantangan dan Risiko Ekonomi

Meski strategi ini meningkatkan kebanggaan nasional dan posisi militer Rusia, para analis memperingatkan potensi dampak ekonomi domestik:
- Anggaran sosial, pendidikan, dan infrastruktur sipil dikhawatirkan akan tertekan.
- Inflasi dan pengurangan subsidi sosial menjadi kekhawatiran utama rakyat Rusia.
- Beberapa ekonom menyebut pengeluaran militer ini “tidak berkelanjutan” jika konflik berkepanjangan atau harga energi jatuh.
“Investasi jangka panjang di sektor militer memang memperkuat posisi strategis, namun bisa menjadi beban fiskal serius bagi ekonomi domestik yang belum sepenuhnya pulih dari sanksi internasional,” ujar analis di Meta Defense.
Kesimpulan: Langkah Ambisius Menuju Kekuatan Maritim Global
Langkah Putin dalam mengalokasikan lebih dari Rp2.000 triliun untuk Angkatan Laut bukan hanya simbol kebangkitan kekuatan militer Rusia, tetapi juga pernyataan strategis bahwa Rusia ingin menjadi kekuatan laut global sejajar dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Dengan peningkatan jumlah kapal, pengembangan kapal induk, teknologi drone bawah laut, dan rudal hipersonik, Angkatan Laut Rusia bersiap menghadapi dekade baru konflik dan kompetisi global. Namun, jalan ini tidak bebas risiko—baik secara ekonomi maupun politik.
BACA JUGA: Iran: Bagaimana Mereka Menjadi Negara Muslim Berteknologi Paling Canggih
BACA JUGA: Kisah Pilu 57.000 Pasukan Nazi Jerman yang Dikalahkan dan Diarak Sepanjang Kota Moskow